di tepian karang mumus » copyleft 2ØØ4 « timpakul™


profileprofil
My Photo
Name: timpakul
Location: samarinda, kalimantan timur, Indonesia

hidup di sebuah kota kecil di tepian sungai mahakam merupakan hal yang membahagiakan... walau tak lagi banyak pepohonan, rawa dan hutan kota.... saat ini menapaki kehidupan dengan belajar pada alam dan berbagi pada sesama....

articlesartikel
archivearsip
l i n kruang lain
support bydidukung
shoutbox
[ 28.4.08 ]
jiwa beku di pembaringan
lelah itu tak jua pergi
masih berlari kejar mimpi
pagi buta
saat ayam tak lagi berkokok
seruan toa masjid memanggil
embun menguap ke angkasa
masih mengingat hari kemarin

deru nafas menyatu
pada tepi sebuah pantai tak berpasir
temaram hari menggelayut
dalam remah jiwa yang tercerabut
senyap
ingin menari
pada untaian nada tak berirama
sepi
ingin bercerita
pada awan yang menghilang

jiwa beku di pembaringan
menghentikan langkah kaki
pada sebuah asa
menumpuki bebatuan
membangun rumah kehidupan
yang tak pernah
mewujud

[080428]
:: jiwa beku di pembaringan

[ 25.4.08 ]
di ruang waktu darah jiwa
aku diingatkan pada sebuah anak tangga
menuju ruang yang dipenuhi dengan celoteh
kayu yang melapuk menjadi tempat tidur yang indah bagi rayap
cahaya menyinari diantara temaram kegelapan

tak ada arah tuju
hanya ingin menapak sang waktu
selangkah dan melangkah

urai kata semakin tak memakna
digerai sebuah simbol merah-hitam
kerlip kunang-kunang yang tak lagi kuning
harapkan bongkahan darah jiwa

tak ada titik temu
hanya akan memandang impian
selangkah dan melangkah

[080425]
:: di ruang waktu darah jiwa

[ 20.4.08 ]
post power syndrome
tak lagi mempimpin
kuasa telah jadi bagian masa lalu
tangan tak mampu kendalikan
:jiwa masih sisakan kuasa

tak lagi kuasa
berhasrat masih mengintrusi
kaki tak dapat melangkah
:otak masih berikan khayal

[080420]
:: hilangnya kuasa

[ 6.4.08 ]
lagu tanpa syair
alunan nada bergolak
terpa gendang telinga
alirkan harmoni di kepala
gugah jiwa
walau lagu itu tak bersyair

dentuman drum
petikan gitar
betotan bas
gumaman aura

mentarijingga
semakin menggurat rindu
pada hadirnya pelangi
di sela rimbunnya
hutan mal di tengah kota

lengking klakson
deru mesin
dentuman palu
riuhnya celoteh

lagu itu
tak bersyair
hanya jiwa
yang memaknanya

[080406]
:: siang hari yang tak dingin