masih berlari kejar mimpi
pagi buta
saat ayam tak lagi berkokok
seruan toa masjid memanggil
embun menguap ke angkasa
masih mengingat hari kemarin
deru nafas menyatu
pada tepi sebuah pantai tak berpasir
temaram hari menggelayut
dalam remah jiwa yang tercerabut
senyap
ingin menari
pada untaian nada tak berirama
sepi
ingin bercerita
pada awan yang menghilang
jiwa beku di pembaringan
menghentikan langkah kaki
pada sebuah asa
menumpuki bebatuan
membangun rumah kehidupan
yang tak pernah
mewujud
[080428]
:: jiwa beku di pembaringan
