di tepian karang mumus » copyleft 2ØØ4 « timpakul™


profileprofil
My Photo
Name: timpakul
Location: samarinda, kalimantan timur, Indonesia

hidup di sebuah kota kecil di tepian sungai mahakam merupakan hal yang membahagiakan... walau tak lagi banyak pepohonan, rawa dan hutan kota.... saat ini menapaki kehidupan dengan belajar pada alam dan berbagi pada sesama....

articlesartikel
archivearsip
l i n kruang lain
support bydidukung
shoutbox
[ 23.4.07 ]
elang kekuasaan
elang muda terbang merendah
mengitari menara di puncak gedung penguasa
sesekali candai burung layang-layang yang pulang ke peraduan
kekuasaan mencengkeram langit
kekayaan negeri dihamburkan bagi pemodal
jeruji besi menanti satu persatu pelayan publik yang rakus
miskin tak jua hilang
rakyat tak mampu beri senyuman
hanya seekor elang muda yang sibuk mencari tempat peristirahatan
diantara menara di puncak gedung penguasa

[070423]
:: saat mentari terbenam pada hari bumi di tepi mahakam

[ 17.4.07 ]
bubar !
bubar !
hanya satu kata
BUBAR !

"buk... bak..."

bubar ....
BUBAR !

tak ada kata lain
tak perlu pembenahan
tak usah reformasi
tak penting perubahan menyeluruh
hanya satu kata
BUBAR !

mereka itu sekolah penganiaya
iya... sekolah penindas
pasti.. menjadi kejam
sudah tentu... tak berotak
SADIS !

lontaran caci maki
sumpah serapah
cemooh
mengalir begitu ringan
seolah tanpa beban
tak lalui ruang jiwa

setetes tuba telah jatuh
pada sebuah belanga pendidikan
tak mudah untuk hilangkannya
ia telah menyatu
menjadikan luapan amarah
dari mereka yang mengaku memiliki otak

caci bukan maki
negeri ini sedang sakit
saat setiap perkan tanah dihabisi oleh pemodal (asing)
tak satupun yang luapkan amarah
saat setetes limbah mengalir di sungai tempat mengambil air minum
tak seorangpun yang cuapkan maki
saat petani tak lagi mampu bertani karena tak ada lahan
tak banyak yang berada pada mereka

sumpah nan serapah
negeri ini sedang sakit
berpuluh bahkan beratus kitab negeri ini yang membunuh rakyat
belum jua bangkitkan amarah
lembaran negara yang mengoyak periuk nasi anak negeri
belum jua lontarkan maki

negeri ini sedang sakit
haruskah hanya satu kata baginya
BUBAR !

[070417]
:: diantara caci serapah pada sebuah institut

[ 10.4.07 ]
ini negeri siapa?
"anda punya surat ijin untuk masuk di areal ini?"
"tidak, tapi disana tempat berkebun kami"
"tapi anda tidak punya surat ijin kan?"
"tidak"
"anda tidak boleh melintas di sini"

sejenak aku harus berada dalam sebuah ruang hampa
roda sebuah mobil berban besar bak iringan genderang perang
derit rantai besi kuning besar bagai irama kematian

aku hanya mampu memandang rotan tua yang menjuntai ke sungai
perlahan menuju tanah terikut meranti tua yang ditabrak besi kuning besar
tarian dedauan mendarat di tanah merah merekah
satwa berlarian menjauh
berteriak
entah apa yang mereka ingin katakan

kemarin
aku masih dengan adik perempuanku berada di sana
kebun buah yang entah kapan kami menanamnya
rotan yang ditancapkan kini sudah siap dipanen
banggeris tua pun mulai dihinggapi lebah

tapi itu kemarin
saat tak ada sebuah portal yang menghalangi langkah kami
masih belukar di sepanjang jalan yang dilalui
canda burung bersambut teriak riang owa di kejauhan
sesekali kadal kecil berkejaran di antara ranting pepohonan

tak ada yang tersisa
hanya hamparan tanah merah merekah
besi kuning besar perlahan merobohkan pepohonan
katanya ini bukan tanah kami
tanah ini milik perusahaan dari kota
sudah ada ijin dari pemerintah

ah.. siapa lagi pemerintah itu?
kami tak kenal
kami tak pernah tahu
begitu banyak mereka serahkan tanah di sekitar kampung kami
kepada orang-orang bertopi keras dari kota

aku hanya ingin bertanya
ini negeri siapa?
apakah bukan negeri kami?
ataukah negeri kami masih dijajah saat ini
hingga kami tak lagi boleh berada di kebun kami
kami ingin kenal dengan pemerintah
ingin kami lukiskan sebuah bulatan biru di matanya
katanya ini untuk kesejahteraan kami
ah.. apa lagi itu kesejahteraan?
kami tak tahu
yang kami tahu hanyalah kami ingin tetap bisa ke kebun kami
ingin tetap bisa bermain di hutan bersama kawan-kawan
berenang di sungai yang tak berwarna
menyaksikan rangkong di sore hari menjelang
menari di saat padi kami panen

ini negeri siapa?
pada siapa kami harus bertanya?
tak mungkin kami harus bertanya pada pepohonan
apalagi bila bertanya pada orangutan atau beruang madu
dimanakah jawab tanya kami ini?

[070410]
:: sesaat lagi negeri ini akan terjual pada pemodal asing

[ 9.4.07 ]
dot blank
.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
blank

[070409:8:52]
:: hampanya penghargaan kreatifitas di negeri ini