di tepian karang mumus » copyleft 2ØØ4 « timpakul™


profileprofil
My Photo
Name: timpakul
Location: samarinda, kalimantan timur, Indonesia

hidup di sebuah kota kecil di tepian sungai mahakam merupakan hal yang membahagiakan... walau tak lagi banyak pepohonan, rawa dan hutan kota.... saat ini menapaki kehidupan dengan belajar pada alam dan berbagi pada sesama....

articlesartikel
archivearsip
l i n kruang lain
support bydidukung
shoutbox
[ 26.12.06 ]
duka bagi negeri bencana

saat air laut menyurut
tak berarti ia akan sekedar menjauh dari daratan
sejenak menghela kegelisahaannya
memancing sekumpulan yang tamak
yang sekedar melihat gelimpangan ikan dan terumbu
ia tak berdiam
sekumpulan energi menyatu
sesaat hempasannya menyapu kehidupan daratan
yang telah lupa akan dirinya

laut tak tenang
daratan semakin bergolak
ratusan ribu makhluk bernyawa menghilang
sebuah kritik atas ketiada-damaian kehidupan

dua tahun dilampaui
triliunan kantong keping emas berhambur
ribuan manusia bersimpati sambil mengais rejeki
bantuan
pinjaman
hutang
atas nama rekonstruksi
demi sebuah rehabilitasi

ia tak menjadi apa-apa
ruang kendali hanya pada wilayah perut
demi
untuk
bagi
bukan lagi pada kebangkitan sesama
kelompok kecil timpakul menari riang
di atas derita anak negeri

dua tahun bencana ekologi
:bukan sebuah pembelajaran bagi pemimpin negeri

[061226]
::duka bagi negeri bencana

[ 21.12.06 ]
dari sebuah tanjung

timpakul bergulingan menghangatkan tubuh
kepiting bersapit besar sebelah bermain dalam lumpur
bekantan bermain di antara tajuk bakau
mimi tak lagi bernyawa
ular laut menantikan hadirnya makan siang
ubur-ubur kecil bermain di laut dangkal
seekor elang melayang rendah menatap penikmat alam
:dari sebuah tanjung milik pemodal

[061220]
:: celoteh tanjung pangempang

[ 5.12.06 ]
re: antara hikmah dan orangutan

anak panah, ucapan, peluang yang tak pernah kembali
bukan hampa makna
dinding terbangun
tak sebagai sebuah penghalang
jembatan melapuk
kesepian menanti dilalui
memilih duduk ...
adalah sebuah pilihan
tertawa kadang melupakan
bahwa masih ada yang meringis

[061205]
:: respon terhadap antara hikmah dan orangutan [dewatuak]

mundur

siang
di awal minggu desember
pesan singkat berujar
"aku harus beristirahat dari aktivitas"
surat elektronik serupa di bulan lalu
"mundur"

begitu melelahkankah berjalan saat ini
berkutat diantara arah tuju suci
memikul beban yang tak pernah disadari
ketika sang penarik beban entah berada dimana
melepaskan tali pengikat dan membiarkannya meluncur tak terkendali

bali, bukan sekedar sebuah tempat wisata
layang-layang mengangkasa di sepoi angin pantai yang tak lagi putih
ritual keyakinan hadir setiap pagi hingga menjelang mentari terbenamkan
tarian tersaji bagi mereka yang memiliki sekeping emas
pegiat plh bermimpi menuju belantara jamrud khatulistiwa

balikpapan, etalase kota yang berlari menuju mimpi
agar tetap tersisa selembar hutan yang tak lagi perawan
memacu kerja generasi memahami arti cinta
tak sekedar pada hutan
bukan bagi laut
namun pada nurani masa datang

loyalitas
kebanggaan semu
prestise
egoistik
pergulatan kebutuhan hidupan dan nafsu

kerelawanan
bukan lagi penting
komitment
tak lagi harus
kejujuran
hanya basa basi

saat menuju detik terakhir
bagi siapa mereka
yang telah terjerumus ke ruang gelap
bernama pendidikan lingkungan hidup

[061205]
:: bagi pegiat plh kalimantan timur